Senin, 08 Februari 2010

Surat Dalam Gerimis

Beep...beep..beep..
iya teh aku bangun!!!
    Bagiku tak ada wanita lain selain dia, Suceu wulandari. Padahal tak pernah terfikir di otakku sang serba kaku akan cinta pada yang satu ini. Mencintai sama halnya memasukan pelumas pada mesin gear, tentu saja akan mempercepat gerakan roda bergigi ini. mau bagaimana lagi, memang begitulah takdirnya. Di usianya yang tiga tahun lebih tua dariku memaksa otakku berputar temukan cara secepat mungkin siap menikahinya.

     Tak terasa sekarang sudah hampir fajar. Bai bangun! kita tahajud yuk, abis itu temenin aku belajar. selalu begitu SMS yang aku terima darinya. Suceu memang baik. Hampir tiap subuh aku dibangunkan. mengajakku solat malam dan belajar. auh... mungkin hari ini aku tak bisa ceu. Dingin sekali, rintik rintik di genteng tanda hujan gerimis. Maklum sekarang kan musim hujan ditambah lagi Bogor memang kota hujan. Aku bangun dalam keadaan junub. Sebetulnya ingin mandi tapi dingin, hendak tidur lagi pun tak bisa. padahal ini masih jam tiga pagi. Lamunanku terbang tentang mimpi kemarin malam. Suceu hadir dalam mimpiku untuk kesekian kalinya. Kali ini sungguh menyiksa batinku. Dia seperti menyumbat urat naduku. Meracuni dalam setiap inti selku. Air mataku jatuh. Dalam mimpi, disana kau berduaan dengan dia yang tak aku kenal. Bergandeng mesra di setiap langkah. Hatiku kau buat hancur. Semoga saja itu hanya dalam mimpi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar